Wednesday, 20 September 2017

Mengenal Budaya, Wisata serta Kuliner Cirebon lebih dalam


Foto balai kota cirebon by tempo.com


         Kota Cirebon adalah Kota yang sangat strategis menghubungkan Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya. Perekonomi Kota Cirebon juga dipengaruhi oleh letak geografis yang strategis dan karakteristik sumber daya alam sehingga struktur perekonomiannya didominasi oleh sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor jasa. Bicara soal Kota Cirebon maka tidak luput akan Budaya, Wisata serta Kulinernya yang sangat mendunia.
Kota Cirebon merupakan Sejarah panjang yang dimiliki kota di pesisir pantai utara (pantura) pulau Jawa ini mengantarkannya sebagai salah satu kota tertua di Indonesia. Mulai dari kisah Sunan Ampel dan Sunan Gunung Jati yang menyebarkan ajaran agama Islam hingga lahirnya Kesultanan Cirebon sebagai kerajaan Islam yang dirajai oleh Pangeran Walangsungsang yang kemudian bergelar Cakrabuana. Kini, Cirebon telah berkembang menjadi kota dengan aktivitas ekonomi yang tinggi. Tak heran jika kota yang dikenal sebagai Kota Udang juga Kota Wali ini menjadi andalan provinsi Jawa Barat setelah Bandung dan Bekasi. Dengan keunggulan letak geografis yang strategis, Cirebon menjadi simpul pergerakan transportasi antara provinsi Jawa Barat dengan Jawa Tengah.
Oleh karenanya, pantas saja apabila Cirebon menjadi destinasi bisnis bagi para pelaku bisnis baik lokal maupun mancanegara. Tak hanya bisnis, kota ini juga menjadi salah satu tempat tujuan wisata yang layak dikunjungi. Bicara tentang wisata di Cirebon, kota ini ternyata menyimpan potensi wisata yang luar biasa. Dari mulai tempat ziarah sampai dengan rekreasi dan diantaranya adalah:

Goa Sunyaragi.

Goa sunyaragi ( dianjuarsa.com )


Berkunjung ke Cirebon rasanya kurang lengkap bila tidak datang ke Gua Sunyaragi. Gua ini merupakan bangunan peninggalan bersejarah dari Kasepuhan Cirebon dan merupakan tempat meditasi dan peristirahatan para sultan Cirebon dan keluarganya pada zaman dulu.
Tidak seperti kebanyakan gua yang berada di lembah atau pegunungan, gua ini berdiri di lahan luas dan terbuat dari tumpukan batu karang berwarna putih yang menyerupai candi. Saat memasuki kawasan objek wisata ini, terdapat bangunan baru menyerupai panggung yang dilengkapi deretan bangku. Sekarang ini, Gua Sunyarangi sering digunakan sebagai tempat pertunjukan seni tari tradisional Cirebon.
Di sini, saya juga menemukan beberapa tempat bekas kolam serta banyak ruangan bersekat. Spot terbaik di sini adalah adalah tanah undakan yang memungkinkan kamu melihat keindahan gua ini dari atas dan cocok sekali apabila sebagai tempat mendapatkan inspiasi untuk menulis khususnya bagi para Blogger Cirebon.

Keraton kesepuhan.


Keraton Kasepuhan ( kompasiana.com )

Cirebon memiliki empat keraton yang terdiri dari Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kaprobanan, dan Kacirebonan, yang kini menjadi salah satu tempat wisata paling populer, sekaligus tertua dan terluas di sana.
Keraton Kasepuhan dikelilingi oleh tembok pagar yang terbuat dari bata merah. Halamannya juga cukup luas disini cocok sebagai spot foto foto apalagi mengunakan Smartphone dari Smartfren sob pokoknya puas deh. Keraton Kesepuhan memiliki Museum Benda Kuno yang memamerkan benda-benda peninggalan kesultanan, seperti rebana peninggalan Sultan Kali Jaga, piring-piring berkaligrafi Arab, gelas-gelas dari zaman VOC, dan aneka peninggalan benda kuno lainnya.

Keraton Kanoman


Keraton Kanoman (arsitektour.files.wordpress.com)

Tempat wisata dan budaya Cirebon tidak ada habisnya, Kota ini tidak hanya mempunyai satu Keraton namun lebih dari itu, Setelah tadi Keraton Kesepuhan sekarang Keraton Kanoma, Yang paling menarik di sini adalah adanya sebuah ruangan bekas singgasana raja. Saat masuk ke keraton, ada sebuah dipan polos yang digunakan untuk menyemayamkan jenazah anggota keluarga keraton. Selain itu, saya juga kagum melihat piring-piring porselen asli Tiongkok yang menjadi penghias dinding ruangan bekas singgasana raja. 
Di area teras ruangan bekas singgsana raja, meja rias kuno, tirai berwarna emas, hingga kursi dan meja yang disusun berhadapan masih dibiarkan terpasang dengan rapi.  Selain itu, ada pula sebuah tempat bertapa dan taman batu karang yang berada di bagian belakang keraton. Bagi yang berencana ke Keraton Kanoman, berwisata ke sini bisa kamu nikmati secara gratis.

Kampung batik trusmi


Kampung batik trusmi cirebon ( mommiesdaily.com )

Seperti Jogja, Solo, dan Pekalongan, Cirebon juga menjadi salah satu kota sentra batik di Pulau Jawa. Oleh karena itu, kurang lengkap rasanya kalau tidak singgah ke Kampung Trusmi untuk berburu batik Cirebon.
Ada gapura besar yang menjadi pintu masuk kampung batik ini. Bila kamu memiliki banyak waktu, sempatkanlah menyusuri Kampung Trusmi dengan berjalan kaki. Di sepanjang jalan, kamu akan melihat rumah-rumah penduduk yang menjual batik dan menawarkan pengalaman membatik. Jangan ragu untuk masuk ke setiap rumah, karena batik yang ditawarkan memiliki motif dan warna yang tidak pasaran dikarenakan dibuat sendiri oleh pemilik rumah.
Di Kampung Batik Trusmi, kamu juga akan menemui sebuah outlet besar yang menawarkan berbagai jenis kerajinan batik, mulai dari kain batik, baju batik, kerajinan tangan, hingga oleh-oleh khas Cirebon. Outlet ini cocok sekali untuk kamu yang tak memiliki banyak waktu karena bisa melengkapi kebutuhanmu dalam satu tempat.


Pantai kejawanaan

Pantai Kejawanan ( www.pintuwisata.com )


Sebagai daerah pesisir, Cirebon memiliki destinasi wisata berupa pantai. Salah satunya, Pantai Kejawanan yang terkenal landai dan berombak kecil. Di pantai ini, kamu bisa melakukan berbagai aktivitas, seperti berwisata keliling pantai dengan menyewa perahu motor milik nelayan, bermain air, hingga duduk-duduk santai sambil minum air kelapa di pinggir pantai. Oh ya, pantai ini juga menawarkan pemandangan sunrise dengan posisi terbaik, yaitu tepat di tengah-tengah laut.
Kota Cirebon memilki kebudayaan yang sangat melekat yakni perpaduan dari berbagai budaya yang datang serta mempunyai bentuk ciri khas tersendiri. Dapat dilihat dari beberapa pertunjukan yang begitu khas dari masyarakat Cirebon yaitu diantarnya Tarling, Tari Topeng Cirebon, Sintren, Kesenian Gembyung dan Sandiwara Cirebonan.


Tarling

Tarling ( sejarahcirebon.com )

Tarling adalah salah satu jenis musik yang populer di wilayah pesisir pantai utara (pantura) Jawa Barat, terutama wilayah Indramayu dan Cirebon. Nama tarling diidentikkan dengan nama instrumen itar (gitar) dan suling (seruling) serta istilah Yen wis mlatar gage eling (Andai banyak berdosa segera bertaubat). Asal-usul tarling mulai muncul sekitar tahun 1931 di Desa Kepandean, Kecamatan/Kabupaten Indramayu. Alunan gitar dan suling bambu yang menyajikan musik Dermayonan dan Cerbonan itu pun mulai mewabah sekitar dekade 1930-an. Kala itu, anak-anak muda di berbagai pelosok desa di Indramayu dan Cirebon, menerimanya sebagai suatu gaya hidup. Seni musik ini mulai digandrungi. Pada 1935, alunan musik tarling juga dilengkapi dengan kotak sabun yang berfungsi sebagai kendang, dan kendi sebagai gong. Kemudian pada 1936, alunan tarling dilengkapi dengan alat musik lain berupa baskom dan ketipung kecil yang berfungsi sebagai perkusi. Berberapa lagu tarling populer diantaranya adalah Warung pojok, Kembang kilaras, Warung doyong, Pemuda idaman.


Tari Topeng

Tari Topeng Cirebon ( sebandung.com )

Tari Topeng ini sudah ada jauh sejak abad 10-11M yaitu pada masa pemerintahan Raja Jenggala di Jawa Timur yaitu Prabu Panji Dewa. Melalui seniman jalanan Seni Tari Topeng ini masuk ke Cirebon dan mengalami akulturasi dengan kebudayaan setempat.
Pada masa Kerajaan Majapahit dimana Cirebon sebagai pusat penyebaran agama islam, Sunan Gunung Jati bekerja sama dengan Sunan Kalijaga menggunakn Tari Topeng ini sebagai salah satu upaya untuk menyebarkan agama islam dan sebagai hiburan di lingkungan Keraton. Tari topeng cirebon sendiri dapat digolongkan ke dalam lima karakter pokok topeng yang berbeda yaitu Topeng Panji, Topeng Samba, Topeng Rumyang, Topeng Tumenggung, Topeng  Kelana.


Sintren

Tari Sintren ( tosupedia.com )

Cirebon sebagai daerah pantai Utara Pulau Jawa bagian Barat dalam konteks sejarahnya terbukti mampu melahirkan kebudayaan yang berangkat dari nilai tradisi dan agama. Tak pelak kesenian yang mengiringi kebudayaan Cirebon memasukkan unsur-unsur agama di dalamnya, salah satu budaya khas Cirebon yang memasukan unsur agama didalamnya adalah Sintren. 
Penjelasan singkat mengenai sintren. Sintren berasal dari bahasa sansekerta yang berarti “Ruh yang melayang layang”. Menurut sejarah yang sudah ada sintren merupakan tarian yang menyampaikan Ayat suci Al-Quran tepatnya yaitu surat yasin, Filosofi di dalam Sintren diikat badannya dan memakai kaca mata serta menggunakan kurungan adalah implementasi dari ( QS. Yassin, 36:8) dan ( QS. Yassin, 36:9 ), sang sintren saat dilempar uang dia terjatuh berkolerasi dengan ( QS. Yassin, 36:8 ) yang diartikan sebagai manusia apabila telah mendapatkan harta dan kekayaan yang melimpah ruah kebanyakan dari mereka lalai dan sombong. Sintren saat dilempar uang,  dia akan terjatuh dan setelah itu dihidupkan kembali oleh sang dalang dan  jatuh kembali saat dilempar uang, memiliki kolerasi dengan ( QS. Yaasin, 36:12). Sintren secara legenda merupakan kisah sulasih dan sulandana berkolerasi dengan ( QS. Yaasin, 36:36). Filosofi daripada kurungan, selain merupakan palang penutup juga disimbolkan sebagai alam, berkolerasi dengan ( QS. Yaasin 36:37-40). Difilosofikan Sintren haruslah seorang perawan adalah memulai segala sesuatu haruslah diawali dengan niat dan itikad yang tulus dan suci.


Gembyung

Gembyung ( cirebonradio.com )

Seni Gembyung merupakan salah satu kesenian peninggalan para wali di Cirebon. Seni ini merupakan pengembangan dari kesenian Terbang yang hidup di lingkungan pesantren. Konon seperti halnya kesenian Sintren, gembyung digunakan oleh para wali yang dalam hal ini Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga sebagai media untuk menyebarkan agama Islam di Cirebon. Kesenian Gembyung seperti ini dapat ditemukan di daearah Cibogo, Kopiluhur, dan Kampung Benda, Cirebon. Alat musik kesenian Gembyung Cirebon ini adalah 4 buah kempling (kempling siji, kempling loro, kempling telu dan kempling papat), Bangker dan Kendang.

Salah satu kota yang memiliki sajian kuliner nikmat adalah Cirebon. Daerah di pantai utara Jawa Barat ini dikenal sebagai tempat yang memanjakan lidah para pemburu kenikmatan rasa. Kuliner Cirebon juga sangat khas karena tidak sama dengan corak makanan Jawa Barat pada umumnya namun juga berbeda dari olahan khas Jawa Tengah. Kuliner Cirebon seperti memiliki identitas otentiknya sendiri.
Baik dari tadi kita bahas mengenai budaya dan wisatanya Kota Udang, sekarang kita tinggal bahas mengenai Kulinernya yuk. Lezatnya kuliner Cirebon sudah bukan rahasia lagi dan selalu diburu oleh siapapun yang mengunjungi kota ini. Oleh sebab itu tak heran Cirebon juga bisa disebut Kota Kuliner karena banyak kuliner tradisionalnya yang tak kalah akan kuliner kota kota lainnya, seperti, Docang, Nasi Jamblang, Nasi Lengko, Empal Gentong, Tahu Gejrot. Yuk ketahui lebih dalam mengenai kulinernya.


Docang

Docang ( masakandapurku.com )


Docang dari bahasa Cirebon singkatan dari dua kata yaitu; Bodo (baceman) dari oncom dage ditambah Kacang Hijau yang dijadikan Toge. Lagi pula Docang bisa jadi masuk kuliner Nasional makanan khas Cirebon, yang merupakan perpaduan dari lontong, daun singkong,toge, dan kerupuk, yang berkolaborasi sayur Oncom Dage/Oncom Gembos yang terbuat dari ampas tahu dicampur sedikit bungkil kacang tanah (sisa perasan dijadikan minyak) yang disebut gempa (yang dihancurkan) serta di kombinasikan dengan parutan kelapamuda.

Makanan ini mempunyai rasa khas yang gurih dan ni’mat apabila disajikan dalam keadaan panas/hangat dan untuk harga relatif terjangkau semua kalangan. Docang yang merupakan makanan asli Cirebon, bisa jadi lambat laun dengan segala kemajuan zaman dan perkembangan makanan Fast Food, docang mulai bergeser dan lambat laun jarang ditemui. Tetapi harapan dalam melestarikan budaya, Docang akan tetap eksis karena masih ada generasi penerus untuk melestarikan khas Cirebon dengan dikenal sebagai Kota Wali.


Nasi Jamblang

Nasi Jamblang ( http://wonderfulcirebon.com )

       Sega Jamblang (Nasi Jamblang dalam Bahasa Indonesia) adalah makanan khas dari Cirebon, Jawa Barat. Nama Jamblang berasal dari nama daerah di sebelah barat kota Cirebon tempat asal pedagang makanan tersebut. Ciri khas makanan ini adalah penggunaan daun Jati sebagai bungkus nasi. Penyajian makanannya pun bersifat prasmanan.
Menu yang tersedia biasanya antara lain sambal goreng, tahu sayur, paru-paru (pusu), semur hati atau daging, perkedel, sate kentang, telur dadar/telur goreng, telur masak sambal goreng, semur ikan, ikan asin, tahu dan tempe.


Tahu Gejrot

Tahu Gejrot ( widhiaanugrah.com )

Tahu gejrot adalah makanan khas Cirebon, Indonesia.  Tahu gejrot terdiri dari tahu yang sudah digoreng kemudian dipotong agak kecil lalu dimakan dengan kuah yang bumbunya cabe, bawang putih, bawang merah, gula.  Biasanya disajikan di layah kecil. Tahu gejrot juga merupakan jajanan khas daerah Cirebon yang digemari di kalangan anak-anak dan orang dewasa, karena sensasi rasanya yang khas.  Tahu gejrot ialah tahu yang dipotong kecil-kecil kemudian ditaruh di atas piring kecil dan tahu yang digunakan ialah tahu sumedang.  Cara memakannya pun unik, yakni dengan satu lidi kecil kemudian tusuk bagian tahu yang telah dipotong-potong itu.  Saat ini tahu gejrot telah menyebar ke seluruh Indonesia seperti Jakarta, Malang, Depok, Surabaya dan beberapa tempat di kota-kota besar lainnya di Indonesia.


Empal Gentong

Empal gentong ( http://www.warisankuliner.com )

Empal gentong adalah makanan khas masyarakat Cirebon, Jawa Barat. Makanan ini mirip dengan gulai (gule) dan dimasak menggunakan kayu bakar (pohon mangga) di dalam gentong (periuk tanah liat). Daging yang digunakan adalah usus, babat dan daging sapi. Empal gentong berasal dari, Kabupaten Cirebon. makanan khas cirebon lainya masih ada lagi yaitu tahu gejrot dan docang.

Selain menggunakan kayu bakar dan gentong, makanan ini disajikan menggunakan kucai (Allium tuberosum) dan sambal berupa cabai kering giling. Empal gentong dapat disajikan dengan nasi atau juga lontong. Lontong menurut orang Cirebon hanyalah beras yang dimasukan kedalam daun pisang yang sudah dibentuk silinder, tidak ada campuran lainnya, kemudian direbus selama 4 jam.

Nasi Lengko

Nasi lengko ( sajiansedap.com )


Sega lengko (nasi lengko dalam bahasa Indonesia) adalah makanan khas masyarakat pantai utara (Cirebon, Indramayu, Brebes,Tegal dan sekitarnya). Makanan khas yang sederhana ini sarat akan protein dan serat serta rendah kalori karena bahan-bahan yang digunakan adalah 100% non-hewani. Bahan-bahannya antara lain: nasi putih (panas-panas lebih baik), tempe goreng, tahu goreng,mentimun (mentah segar, dicacah), tauge (direbus), daun kucai (dipotong kecil-kecil), bawang goreng, bumbu kacang (seperti bumbu rujak, pedas atau tidak, tergantung selera), dan kecap manis. Dan, umumnya kecap manis yang dipergunakan adalah kecap manis encer, bukan yang kental. Disiramkan ke atas semua bahan.

Tempe dan tahu goreng dipotong-potong kecil dan diletakkan di atas sepiring nasi. Mentimun dicacah, lalu ditaburi pula di atasnya, juga toge rebus, serta disiram bumbu kacang di atasnya, dan potongan daun kucai, lalu diberi kecap secukupnya sampai kecoklatan, dan di taburi bawang goreng. Dan sekeping kerupuk aci yang putih, yang bundar atau kotak, menjadi kondimennya. Sebagian orang suka melumuri kerupuknya dengan kecap, sebelum mulai dimakan. Beberapa orang suka meminta nasi lengkonya diberi seujung sutil atau dua minyak yang dipakai untuk menggoreng tempe dan tahu.
            Cirebon kota yang sangat kaya bukan ? dari segi budaya, wisata serta kuliner khusunya. Selain itu cirebon juga terkenal sebagai kota sejarah. Yuk kujungi cirebon agar bisa merasakan kekayaannya.

Komunitas Blogger Cirebon ( ridwanmenulis.blogdetik.com )


Eits tidak samapai disini sob, cirebon mempunya komunitas yang berperan aktif dalam perkembangan kota cirebon contohnya adalah Komunitas Blogger Cirebon, WPAP Cirebon, Linux Cirebon, Cirebon Antik dan masih banyak lagi deh pokoknya.

1 komentar so far


EmoticonEmoticon